Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komisi III DPR Minta Polda Sumut Usut Tuntas Kasus Kematian WL, Mantan Istri Anggota Polri di Medan

Foto: Akun Instagram Habiburokhman 

Timelinesocialnetwork.com - Komisi III DPR RI mendesak Polda Sumatera Utara mengusut tuntas kasus meninggalnya WL, mantan istri anggota Polri di Medan. Habiburokhman mengungkapkan dalam keterangan tertulisnya secara serius mengamati dinamika kasus dan menekankan proses hukum harus dilakukan secara transparan dan objektif.

Desakan itu disampaikan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman melalui keterangan tertulis di akun X, Sabtu (8/8/2026).

"Kami di Komisi III DPR RI mencermati dengan serius perkembangan kasus meninggalnya WL, mantan istri anggota Polri di Medan," ungkap Habiburokhman ketua Komisi III DPR RI dalam keterangan tertulisnya di akun X pada Sabtu (8/8/2026).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menekankan pentingnya menangani perkara secara profesional di tengah keraguan yang dirasakan pihak keluarga.

"Mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan pihak keluarga, kami meminta Polda Sumatera Utara dan jajaran yang menangani perkara ini untuk mengusutnya secara tuntas, transparan, objektif, dan profesional," tuturnya.

Ia menegaskan kepada pihak Polda Sumatera Utara membongkar semua tentang kebenaran peristiwa, dari pengguna senjata sampai pemilik senjatamu dengan pendekatan penyelidikan berbasis sains.

"Tidak boleh ada fakta yang ditutupi. Termasuk asal-usul kepemilikan dan penggunaan senjata api dalam peristiwa ini harus diungkap secara terang benderang melalui proses scientific crime investigation," tegasnya.

Lebih lanjut, elit Partai Gerindra itu berkomitmen akan mengawal kasus tersebut sampai akhir untuk memastikan keadilan bagi korban dan upaya memperbaiki citra hukum tetap bisa dipercaya publik.

"Komisi III DPR RI akan terus mengawal penanganan kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarga, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum," jelasnya.

Menutup keterangannya, ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra menginginkan dalam penanganan kasus yang menimpa korban untuk dibuka semua fakta guna penegakan keadilan.

"Kami ingin seluruh fakta terungkap dan keadilan benar-benar ditegakkan," tutupnya.