Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sudaryono Minta Guru Makan Bersama Siswa, Ungkap Cara Cegah Keracunan MBG

Foto:Tangkapan layar Akun Instagram Sudaryono 

Timelinesocialnetwork.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meminta para guru ikut makan bersama siswa dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kehadiran guru saat jam makan bukan hanya untuk menerima manfaat program, tetapi juga menjadi sarana pendidikan mengenai kebiasaan makan yang baik. Seorang guru mesti mengajarkan kepada siswa mencuci tangan hingga memanjatkan doa sebelum makan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sudaryono di kantor Kementerian Kordinator Bidang Pangan pada Kamis 6 agustus 2026, Jakarta Pusat.

"Bagaimana guru yang mengajar di kelas itu kan juga mendapatkan MBG. Tidak direpotkan karena di sekolah sudah ada penyaji. Tapi guru itu kemudian ikut makan bareng dengan siswanya untuk satu fungsi edukasi tata keramahnya, cuci tangannya, ngantrinya, kemudian nyusunnya itu kan bagus, berdoa kemudian bilang alhamdulillah dan lain-lain," ungakap Sudaryono sebagaimana di kutip dalam akun Youtube Tribunews pada Jumat (7/8/2026).

Sudaryono menegaskan kepada guru memberikan arahan kepada siswa menghabiskan makanan di sekolah, dan tidak membawa pulang makanan. Anjuran tersebut dimaksudkan Sudaryono untuk memastikan makanan tetap higienis.

"Kami meminta guru mengedukasi siswa agar makanan dihabiskan di sekolah, bukan dibawa pulang. Jangan sampai ini kan namanya MBG ini kan enggak ada pengawetnya. Jadi sudah pasti cepat rusak kalau memang enggak sesuai, apalagi daerahnya panas, ada suhu dan lain-lain itu kan memicu ada perkembangbiakan bakteri," jelasnya.

Ia memberikan alasan dibalik anjuran tidak membawa pulang makanan di rumah seperti kasus keracunan di Papua, yang dinilainya jarak antara penyajian dan konsumsi tidak sesuai SOP.

"Kami cek kemarin di Papua berdasarkan sistem yang kita punya dan pengakuan. Kronologisnya, mereka memulai masaknya itu malam. Dua hari sebelumnya sudah mulai masak sehingga diberikan di jam 11.00. Dan ada beberapa juga yang keracunan saya lihat itu ada yang sudah dibawa dalam kondisi rusak," tutur Sudaryono.

Sudaryono juga menegaskan standar waktu makanan untuk dikonsumsi untuk mencegah kejadian serupa, BGN akan memperketat pengawasan terhadap rantai distribusi makanan.

"Kami ingin memastikan jadi semua pengiriman itu kapan matang sampai dengan dikonsumsi itu sesuai standar. Tidak boleh lebih dari 4 jam kalau enggak salah gitu. Sehingga ada best before atau kalau di makanan itu kan ada sebaiknya dikonsumsi sebelum,"pungkasnya.

Soal koordinasi dengan Kemendikdasmen, Sudaryono menyebut pertemuannya sudah membahas materi penting untuk rujukan semua sekolah.

"Kami sudah bicara dengan Pak Menteri. Ini menjadi materi penting bagi semua sekolah," ucapnya.

Sudaryono menegaskan bahwa BGN tidak ingin hanya melihat persoalan dari sisi angka kasus, melainkan memastikan tidak ada lagi insiden keracunan makanan melalui penerapan SOP yang lebih disiplin.

"Kami enggak bicara statistika tapi kita bicara tidak boleh ada keracunan. Artinya SOP mesti digalakkan," tutupnya.