Lanching Buku HMI IN THE FUTURE, Rifyan Ridwan Saleh Deklarasikan Diri sebagai Bakal Calon Ketua Umum PB HMI
![]() |
| Rifyan Ridwan Saleh Meluncurkan buku HMI in The Future |
Acara tersebut berlangsung di Sadjoe Cafe & Resto, Jakarta Selatan, pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting menjelang Kongres HMI XXXIII yang akan digelar di Lampung pada November 2026 mendatang.
Dalam sambutannya, Rifyan menegaskan bahwa buku yang ia tulis bukan sekadar karya, tapi awal dari perjuangan. Karena itu ia memutuskan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PB HMI.
“Saya tidak ingin gagasan dalam buku ini hanya berhenti sebagai tulisan. Saya memilih untuk memperjuangkannya. Saya ingin menghibahkan diri, pikiran, waktu, dan kemampuan saya untuk umat dan bangsa melalui HMI,” kata Rifyan.
Bagi Rifyan, menjadi Ketua Umum bukan soal mengejar jabatan. Jabatan hanyalah alat untuk menjalankan gagasan, membangun sistem, memperkuat kader, dan membuat HMI tetap relevan bagi Indonesia di masa depan.
Tanggapan Para Pembahas
Untuk membedah buku tersebut, hadir tiga tokoh dari latar belakang berbeda.
Pertama, Ilham Akbar Mustafa, Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia bidang Transformasi Digital. Ia mengapresiasi langkah Rifyan yang berani menulis buku di tengah hiruk pikuk Kongres.
Menurut Ilham, buku ini bisa menggeser suasana Kongres HMI yang biasanya hanya ramai soal politik, menjadi lebih berisi adu gagasan.
“Kita tidak bisa menilai masa depan yang belum pasti, tapi kita bisa menilai seseorang dari rekam jejak, rekam karya, dan rekam pikirannya. Buku ini akan menjadi alat uji, seberapa konsisten Rifyan antara tulisan dan tindakannya nanti,” ujar Ilham.
Kedua, Prof. Dr. Juanda, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul. Ia menilai isi buku Rifyan sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang.
Namun ia mengingatkan, untuk menyongsong masa depan, kader HMI tidak boleh melupakan sejarah dan harus peka melihat kondisi hari ini.
“Masa depan itu harus dipersiapkan dan diperjuangkan. Pelajari masa lalu, amati masa kini, baru kita bisa merebut masa depan yang lebih baik,” kata Prof. Juanda. Ia mengaku sengaja menunda agenda lain demi hadir mendukung Rifyan.
Ketiga, Dr. Ojak Situmeang, praktisi hukum sekaligus Managing Partner OS Law Partnership. Ojak melihat Rifyan sebagai sosok yang mau mendengar dan berani menyampaikan pendapat meski berbeda.
Meski dirinya seorang non-Muslim, Ojak mengaku setelah membaca buku Rifyan, ia yakin HMI bisa semakin berjaya di masa depan.
“Bagi saya, HMI in The Future bukan hanya bicara soal HMI hari ini, tapi bagaimana sebuah gagasan disiapkan menjadi gerakan dan diwariskan ke generasi berikutnya,” tutur Ojak.
Didukung Alumni dan Senior HMI
Acara launching dan deklarasi ini juga dihadiri sejumlah alumni HMI (KAHMI) serta para senior HMI. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral agar gagasan yang ditulis Rifyan bisa benar-benar dijalankan.
Melalui bukunya, Rifyan ingin menegaskan satu pesan utama: gagasan adalah titik awal, gerakan adalah prosesnya, dan generasi adalah tujuannya.
