Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

M. Nur Latuconsina Resmi Deklarasi Bakal Calon Ketua Umum PB HMI 2026-2028, Bawa Visi Besar "HMI Resilience"

 

Sumber akun Instagram @OfficialPbhmi
Timelinesocialnetwork.com Peta persaingan Kongres HMI ke-XXXIII mulai memanas. Kader terbaik Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Ambon, M. Nur Latuconsina, secara resmi menyatakan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2026-2028.

Deklarasi tersebut berlangsung khidmat namun penuh semangat dalam acara Silaturahmi dan Deklarasi Bakal Calon Ketua Umum PB HMI yang digelar di Baileo Cafe, Kota Ambon, pada Selasa, 15 September 2026. Acara dihadiri puluhan kader HMI Cabang Ambon, pengurus komisariat se-Cabang Ambon, alumni, senior HMI, serta perwakilan organisasi kepemudaan Cipayung Plus di Maluku.

Dengan mengusung tagline “HMI Resilience”, Nur tampil percaya diri menawarkan gagasan pembaruan organisasi yang tidak sekadar jargon elektoral.

HMI Resilience: Cetak Biru Pembaruan Organisasi

Dalam orasi politiknya, M. Nur Latuconsina menegaskan bahwa gagasan yang ia bawa adalah jawaban atas tantangan organisasi yang semakin kompleks, baik internal maupun eksternal.

“HMI Resilience bukan sekadar jargon retorika politik elektoral internal, melainkan cetak biru strategis pembaruan organisasi,” ungkapnya dengan tegas di hadapan kader.

Menurutnya, HMI hari ini membutuhkan daya tahan dan daya lenting organisasi. Resilience dimaknai sebagai kemampuan HMI untuk tetap bertahan pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, namun adaptif terhadap perubahan zaman, disrupsi digital, krisis iklim, krisis energi, hingga tantangan geopolitik global.

“HMI harus resilient. Tangguh secara ideologi, tangguh secara perkaderan, tangguh secara ekonomi, dan tangguh secara advokasi. Kita tidak boleh menjadi organisasi yang hanya besar karena sejarah, tapi harus besar karena gagasan dan karya,” jelasnya.

Ia merinci, HMI Resilience akan bertumpu pada tiga pilar utama:

1. Resilience Ideologi dan Perkaderan: Memperkuat kembali sistem perkaderan yang berkualitas, bukan kuantitas. Menjadikan Latihan Kader sebagai laboratorium intelektual, bukan sekadar formalitas seremonial.

2. Resilience Digital dan Ekonomi: Mendorong transformasi digital PB HMI dan membangun kemandirian ekonomi organisasi melalui optimalisasi aset dan kewirausahaan kader.

3. Resilience Advokasi dan Kebangsaan: Mengembalikan HMI sebagai kekuatan moral yang berani bersuara untuk kepentingan umat dan bangsa, dari isu daerah hingga nasional.

Pernyataan Sikap: Siap Bertarung

Deklarasi di Baileo Cafe ini menjadi penanda resmi kesiapannya bertarung di level nasional. Nur menyebut, momentum ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik HMI.

“Momentum hari ini, deklarasi ini sebagai bentuk daripada pernyataan sikap saya kepada publik, para senior dan adik-adik maupun cabang-cabang di bawah bahwa saya siap bertarung untuk menjadi Ketua Umum PB HMI,” jelasnya.

Terkait mekanisme pencalonan yang membutuhkan rekomendasi cabang, ia menyatakan sangat siap dan optimistis.

“Ketika administrasi sudah keluar, baik berapa rekomendasinya akan dipenuhi. Ketika saya terpenuhi dengan rekomendasi, apa administrasi itu, maka penetapan saya sebagai calon ketua umum,” tuturnya.

Ia mengaku komunikasi dengan cabang-cabang di kawasan timur Indonesia, hingga Jawa dan Sumatera sudah mulai dibangun secara intensif.

Momentum untuk HMI Cabang Ambon

Lebih jauh, Nur menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar ambisi personal. Ia ingin mengangkat martabat HMI di kawasan timur Indonesia, khususnya HMI Cabang Ambon, yang selama ini dikenal sebagai salah satu cabang yang progresif dan melahirkan banyak tokoh nasional.

“Ini sebagai ajang yang paling penting untuk saya dan paling penting juga untuk teman-teman HMI Cabang Ambon, kepengurusan hari ini, untuk bisa berkontribusi baik secara pikiran, secara gagasan maupun berkontribusi lain,” tegasnya.

Ia berharap, dengan majunya kader dari Ambon, Maluku, mampu memberi pesan bahwa kepemimpinan nasional HMI tidak hanya terpusat di Jawa. Indonesia timur juga punya gagasan, punya narasi, dan punya kapasitas untuk memimpin.

“Dari Baileo Cafe Ambon, kita ingin sampaikan pesan ke seluruh Indonesia: Kita siap. HMI Cabang Ambon siap berkontribusi untuk Indonesia. Yakin Usaha Sampai,” tutupnya yang disambut pekikan “Yakusa” dari seluruh kader yang hadir.