Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prabowo: Habis Kebakaran Langsung Jadi Kebun, Izin Korporasi Pembakar Hutan Harus Dicabut

Sumber Foto: Akun Instagram Presiden Republik Indonesia 
Timelinesocialnetwork.com Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan Karhutla dan menegaskan tidak ada toleransi bagi korporasi yang membakar hutan. Ia juga memerintahkan pengamanan khusus agar kebakaran tidak sampai ke Zona Inti Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas, Senin (8/9/2026).

200 Laporan Polisi, 138 Tersangka, 8 Korporasi Diproses

Dalam rapat tersebut pemerintah melaporkan perkembangan penindakan Karhutla. Saat ini terdapat 200 laporan polisi yang diproses. 

“Ada 138 tersangka yang kita amankan. 119 sengaja dan 18 karena lalai. Kemudian ada 8 korporasi Bapak yang kami proses,” lapor pejabat terkait kepada Presiden.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pendalaman terhadap 18 perusahaan dan memberikan sanksi administrasi berupa pembekuan atau pencabutan izin kepada 42 perusahaan.

Prabowo: Segera Cabut Izin dan Sebut Nama Korporasi ke Saya

Presiden menyoroti pola kebakaran yang langsung berubah menjadi lahan perkebunan dalam waktu singkat.  

“Saya tertarik juga ya itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan. Apakah ini rakyat atau korporasi, tolong diselidiki terus,” tegas Prabowo.

Presiden meminta nama-nama korporasi yang terlibat segera dilaporkan kepadanya.  

“Saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya ya. Yang 8 maupun yang 18. Nanti akan saya minta Menteri Kehutanan dengan AHU dan juga Satgas PKH untuk menilai. Kalau perlu kita segera cabut semuanya, izin-izinnya kita cabut ya, HGU-nya dan sebagainya. Ini sudah kelewatan. Dan saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa,” perintahkan Presiden.

Kalbar dan Riau Jadi Lahan Terluas Terbakar

Kepala BNPB dalam rapat melaporkan, secara keseluruhan luas lahan terbakar mencapai 38.000 hektare. Kalimantan Barat masih menjadi provinsi dengan luas lahan terbakar terbesar. 

“Kalau secara keseluruhan 38.000 hektar Pak Presiden. Jadi paling luas,” ujar Kepala BNPB. 

Untuk titik api yang belum padam per hari ini, paling banyak berada di Riau. Sementara di Kalimantan Barat tersisa 97 hektare yang belum padam.

Menutup rapat, Presiden meminta TNI dan BNPB mengerahkan aset lebih untuk mengamankan kawasan IKN.  

“Kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan. Mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke Zona Inti,” tegas Prabowo.