Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

September Hitam Merawat Ingatan Menuntut Keadilan

Badan Eksekutif Mahasiswa Stisip Tasikmalaya mengingat September Hitam
Timelinesocialnetwork.com September menjadi salah satu bulan yang mengingatkan kita pada berbagai peristiwa kekerasan dan juga pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.

momentum September Hitam hadir sebagai ruang untuk mengenang korban, mendengar suara korban, serta mereflesikan perjalanan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

Bagi kami, mengingat bukan sekedar mengenal masa lalu. Mengingat adalah bentuk keberpihakan kepada korban dan upaya memastikan bahwa kekerasan serta ketidakadilan tidak kembali berulang. 

Kami menilai bahwa penyelesaian kasus-kasus pelanggaran hak membutuhkan proses yang transparan. akuntabel, serta berorientasi pada kebutuhan hak korban.

Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebenaran dapat diungkap. Korban memperoleh pemulihan dan masyarakat mendapatkan jaminan bahwa peristiwa serupa tidak terjadi kembali. 

Atas dasar tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Stisip Tasikmalaya, BEMSETAS Tasikmalaya, ILMISPI Priangan Timur, dan elemen mahasiswa serta masyarakat menyikapi:

1.Mengecam segala bentuk kekerasan dan pelagaran terhadap hak asasi manusia serta tindakan yang merendahkan matabat manusia.

2.mendesak adanya pengungkapan, kebenaran, dan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM secara transparan, adil, dan akuntabel.

3.mendorong pemenuhan hak korban dan keluarga korban, termasuk hak dan kebenaran, keadilan, pemulihan, dan jaminan ketidakterulangan.

4.menolak segala bentuk impunitas serta mendorong agar setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

5.mendesak penguatan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat, berekspresi, berkumpul, dan berserikat

6.mendorong pendidikan dan kesadaran HAM agar generasi muda memahami sejarah serta mampu mencegah terulangnya berbagai bentuk kekerasan.

September Hitam mengajarkan bahwa lupa bukanlah solusi. Ketika sebuah tragedi dilupakan, resiko pengulangan akan selalu ada. Karena itu.merawat ingatan merupakan bagian dari perjuangan untuk membangun masyarakat yang terhormat, martabat manusia dan menjunjung tinggi keadilan.

Kami mengingat bukan untuk membalas, Kami mengingat agar ketidakadilan tidak dilupakan. Kami mengingat agar kekerasan tidak kembali terulang. 

Hidup korban, jangan diam, lawan!